Datangi Pabrik Antigen di Jakbar, Pimpinan Komisi IX: Cintai Produk Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi pabrik swab antigen PT. Taishan Alkes Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi pabrik swab antigen PT. Taishan Alkes Indonesia

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi pabrik alat tes swab antigen dalam rangka mendukung produk buatan lokal. Pabrik alat tes swab antigen, PT Taishan Alkes Indonesia, ini berdiri di Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), pada Juni 2020.

“Hari ini kehadiran kami di PT Taishan melihat dan saksikan langsung proses produksi, kelengkapan teknis, persetujuan Kemenkes, dan lab-lab lain. Ternyata memang kehadiran PT Taisan ini bentuk implementasi perwujudan dari spirit yang digelorakan Pak Jokowi untuk inpres itu,” ujarnya di PT Taishan Alkes Indonesia, Tegal Alur, Kalideres, Jakbar, Jumat (12/3/2021).

Inpres yang dimaksudkan Melki adalah Inpres Nomor 6 tahun 2016 mengenai percepatan pengembangan obat dan alat kesehatan produksi dalam negeri, yang diterbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melki menegaskan Komisi IX DPR mendukung penuh lahirnya produk-produk kesehatan lokal.

“Jadi ada Inpresnya 2016 itu sudah menjadi semacam perintah ke kepada seluruh kementerian-lembaga untuk melakukan dan mendorong (produk ini),” ucap Melki.

“Kami DPR RI, Komisi IX tentu mendukung sepenuhnya produk dalam negeri di bidang kesehatan yang memang sudah lalui proses ketentuan berlaku dan juga memang mendapat izin edar dari otoritas terkait,” lanjutnya.

Keberadaan pabrik alat tesswab antigen ini, dinilai Melki, sejalan dengan pesan dari Presiden Jokowi yang beberapa waktu lalu soal ‘cinta produk dalam negeri’. Dia juga menyayangkan jika selama ini produk buatan lokal tidak menjadi prioritas penggunaan.

“Jadi ini yang perlu jadi catatan adalah karena terkadang sudah dihasilkan itu kementerian lembaga terkait ataupun daerah juga tidak membeli. Nah, ini waktunya untuk kita semua setelah kita lihat bagus, ini harus dipakai,” jelas Melki.

Melki menegaskan seharusnya semua pihak turut membantu menyukseskan produk lokal. Sikap ‘cinta produk lokal’, sambung dia, membantu mengembangkan perekonomian Indonesia.

“Dorongan yang saya tegaskan untuk semua pihak, jadi belilah dan cintailah produk-produk Indonesia. Dan berilah ruang untuk semua potensi produk dalam negeri berkembang misal ke depan ada obat-obatan vaksin nusantara merah putih jadi berbagai produk lain itu kita berikan ruang untuk bertumbuh di negeri ini,” jelasnya.

Pimpinan pabrik mengakui produk mereka masih belum diserap oleh pemerintah. Untuk pendistribusian produk, dia memerlukan dukungan dari pemerintah.

“Kendala saat ini lebih di pendistribusian karena penyerapan barang kami belum sepenuhnya diserap pemerintah, maka kami butuh dukungan full dari pemerintah,” jelas Cahyadi Burhan Komisaris Utama PT Taishan Alkes Indonesia di lokasi.

Cahyadi menjelaskan, mulanya pabrik ini memproduksi alat tes rapid antibodi. Namun saat ini pabrik ini juga memproduksi alat tes swab antigen.

Saat ini, pabrik ini mampu memproduksi hingga 150 ribu kit swab test antigen.

“Produksi kami saat ini sehari di angka 100 ribu sampai 150 ribu. Kapasitas kami kalau sudah expand total bisa sampai 400 sampai 500 ribu per hari,” jelas Cahyadi.

Untuk material dari alat swab test antigen ini sendiri juga sebagian besar berasal dari produk lokal. Ini semakin meyakinkan untuk membantu mengembangkan produksi dalam negeri.

“Untuk material-material mayoritas kami beli di pabrik-pabrik lokal, industri lokal sehingga kita pun dukung mereka mensejahterakan mereka sehingga lapangan kerja mereka pun terbuka, produk-produk mereka pun terbuka, ekonomi pun bisa berjalan terus,” kata Cahyadi.

Namun, untuk beberapa material pabrik ini masih mengimport dari luar negeri dikarenakan materialnya sulit ditemukan di Indonesia. “Contohnya itu cairan untuk di pengetesan itu kita impor. Tapi cotton swab, dus, plastik, kertas semua kami dari lokal,” ungkapnya.

Kemudian, dia juga mengatakan rencana ke depannya adalah untuk mengembangkan pendistribusian ke luar negeri.

“Sasarannya sendiri kita mungkin cenderung ke Asia, negara tetangga khususnya Asia Tenggara ataupun ke China langsung. Jadi kedepannya itu kita ada rencana ekspor targetnya satu bulan ke depan,” kata Cahyadi.

Berita ini diambil dari detik.com